Senin, 19 Agustus 2013

sate maranggi ma yuyu, tripa cirata

Pada mulanya sate maranggi yang berjualan di bendungan cirata hanyalah ibu saya (ma yuyu)  yang beralamatkan asli kp.cibinong desa. citeko, Plered,  Kemudian berkembang  penjual-penjual sate maranggi lainnya yang mengikuti ibu saya.
Sate maranggi biasanya terbuat dari daging kambing atau daging sapi. namun untuk ibu saya lebih sering menggunakan daging sapi, karna selain tidak
kegiatan pembuatan sate
 mempengaruhi kesehatan (bagi yg darah tinggi) juga tidak tercium bau dari dagingnya. Cita rasa yang membedakan sate maranggi dengan sate lainnya adalah bumbunya terbuat dari kecap yang memiliki cita rasa paduan manis, asam, dan pedasyang menyentuh lidah kala menikmati sate berbumbu khas ini. Paduan rasa yang menggoda selera ini muncul karena bumbu sate maranggi terbuat dari kecapsambal cabai hijau ditambah sedikit cuka lahang (cuka yang terbuat dari tebu). Saat disajikan, bumbu kecap itu dilengkapi dengan irisan bawang merahdan tomat segar. Biasanya sate maranggi dihidangkan dengan ketan bakar atau nasi timbel.


ma yuyu dan saya


inilah foto saya beserta ibu saya (pemilik) rumah makan pemadam kelaparan
seorang ibu yang ramah, baik, dan yang pasti seorang koki handal dalam memasak masakannya..












Tidak ada komentar:

Posting Komentar